MATERI PEMBELAJARAN KELAS XII


FITRI QORI IMAMI
K8417031
Pendidikan Sosiologi Antropologi
Kelas B

KOMPETENSI DASAR 3.2
Memahami Berbagai Permasalahan Sosial yang Disebabkan oleh Perubahan di Tengah-Tengah Pengaruh Globalisasi

Kelas XII
Pertemuan Ke 3

Materi Pembelajaran

Teori-Teori Globalisasi

Menurut para ahli, terdapat berberapa teori globalisasi, yaitu :

1.    Cochrane and Pain
Cochrane and Pain menegaskan bahwa terdapat tiga posisi teoritis yang berkaitan dengan globalisasi, yaitu ( Prihastuti, 2013 ) :
a.  Para Globalis
Para globalis percaya bahwa globalisasi adalah sebuah kenyataan yang memiliki konsekuensi nyata terhadap bagaimana orang dan lembaga di seluruh dunia berjalan. Mereka percaya bahwa negara-negara dan kebudayaan lokal akan hilang diterpa kebudayaan dan ekonomi global yang homogen. Meskipun demikian, para globalis tidak memiliki pendapat sama mengenai konsekuensi terhadap proses tersebut.
-          Para globalis positif dan optimistis menanggapi dengan baik perkembangan semacam itu dan menyatakan bahwa globalisasi akan menghasilkan masyarakat dunia yang toleran dan bertanggung jawab.
-          Para globalis pesimis berpendapat bahwa globalisasi adalah sebuah fenomena negatif karena hal tersebut sebenarnya adalah bentuk penjajahan barat (terutama Amerika Serikat) yang memaksa sejumlah bentuk budaya dan konsumsi yang homogen dan terlihat sebagai sesuatu yang benar di permukaan. Beberapa dari mereka kemudian membentuk kelompok untuk menentang globalisasi (antiglobalisasi).
b.    Para Tradisionalis
Para tradisionalis tidak percaya bahwa globalisasi tengah terjadi. Mereka berpendapat bahwa fenomena ini adalah sebuah mitos, dan jika benar adanya, fenomena tersebut hanya dibesar-besarkan. Mereka beranggapan bahwa fenomena tersebut sudah ada sejak dulu, sementara kondisi sekarang ini hanya sebuah lanjutan.
c.    Para Transformalis
Para transformalis ini berada di antara para globalis dan tradisionalis. Mereka setuju bahwa pengaruh globalisasi telah sangat dilebih-lebihkan oleh para globalis. Mereka percaya bahwa globalisasi adalah seperangkat hubungan yang saling berkaitan melalui sebuah kekuatan yang sebagian besar tidak terjadi secara langsung.

2.    George Ritzer
       Ritzer membuat dua asumsi mengenai globalisasi sebagai berikut :
a.    Perkembangan awal komunikasi global berkembang melalui beragam media, utamanya televisi dan internet.
b.    Terbentuknya kesadaran global sebagai hasil akhir dari globalisasi.

       Teori mengenai globalisasi menurut George Ritzer, muncul sebagai hasil dari rentetan perkembangan internal atas teori sosial melawan perspektif yang telah ada sebelumnya, yaitu teori modernisasi. Karakteristik dari teori ini adalah orientasinya yang menyebarluaskan fokus utama dari dunia Barat.
       Menurut George Ritzer, globalisasi dapat dianalisis secara budaya, ekonomis, politis, dan institusional. Globalisasi budaya dapat dilihat dimana banyak kultur lokal dan global saling berinteraksi untuk menciptakan semacam perpaduan yang mengarah ke pencangkokan kultur (heterogenitas). Pada ekonomi, globalisasi dapat dilihat sebagai penyebaran ekonomi pasar ke seluruh kawasan dunia yang berbeda. Pada globalisasi politik dapat berupa penyebaran model nation-state di seluruh dunia. Sedangkan pada tingkat institusi, dapat dilihat melalui pertumbuhan institusi dan organisasi transnasional banyak menghilangkan kekuasan negara-bangsa dan struktur sosial-lokal lainnya untuk membuat perbedaan dalam kehidupan individu.


3.    Thomas Friedman
       Menurut Friedman, globalisasi tidak dapat dihindari dan justru akan menguntungkan. Pemikiran Thomas Friedman ini termasuk dalam teori neoliberalisme. Teori neoliberalisme memandang  bahwa globalisasi sebagai proses liberalisasi di mana setiap negara berpeluang untuk memperoleh keuntungan apabila mampu bersaing di pasar global. Di sini mekanisme dan hukum pasar mempunyai kekuatan, sedangkan pemerintah diharapkan tidak ikut campur.
       Menurut Friedman, globalisasi memiliki dimensi ideologi dan teknologi. Dimensi teknologi, yaitu kapitalisme dan pasar bebas, sedangkan dimensi teknologi adalah teknologi informasi yang telah menyatukan dunia.
       Dalam bukunya yang berjudul The World is Flat, Friedman menjelaskan bahwa globalisasi sebagai dunia tanpa batas (borderless world) yang kian nyata. Dunia semakin datar, maksudnya sekarang semakin banyaknya batas-batas negara yang hilang sehingga semuanya dapat terhubung dengan mudah.
       Friedman juga menulis tentang metafora “Jaket Ikat Emas (Golden Straightjacket)”. Metafora ini menyatakan bahwa sementara globalisasi membatasi pilihan yang tersedia bagi pemerintah, globalisasi menawarkan kemakmuran bagi negara-negara yang memenuhi persyaratan. Untuk masuk dalam Golden Straightjacket ini, sebuah negara harus mengadopsi aturan-aturan emas (golden rules) sebagai berikut (Quiggin, 2005).
1.    Membuat sektor swasta menjadi mesin utama pertumbuhan ekonomi
2.    Mempertahankan tingkat inflasi yang rendah dan stabilitas harga
3.    Menyusutkan ukuran birokrasi negara
4.    Menjaga sedekat mungkin anggaran yang seimbang, jika tidak surplus
5.    Menghilangkan dan menurunkan tarif
6.    Menyingkirkan kuota dan monopoli dalam negeri
7.    Meningkatkan ekspor
8.    Privatisasi industri dan utilitas milik negara
9.    Deregulasi pasar modal dan perekonomian domestik
10.      Membuka perbankan dan telekomunikasi untuk persaingan dan kepemilikan pribadi
11.      Memungkinkan warga memilih dari berbagai pilihan pensiun yang bersaing





Sumber :
-       Maryati, Kun., dan Juju Suryawati. 2014. Sosiologi untuk SMA/MA Kelas XII : Kelompok Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial. Jakarta : Penerbit Erlangga.
-       Ritzer, George. 2010. The Globalization of Nothing : Mengkonsumsi Kehampaan di Era Globalisasi. Yogyakarta: Universtias Atmajaya.
-       Friedman, Thomas. 2013. The World Is Flat : Sejarah Ringkas Abad Ke-21. Jakarta: Dian Rakyat.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

MATERI PEMBELAJARAN KELAS XI

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KELAS XI SEMESTER 1