MATERI PEMBELAJARAN KELAS XI
Fitri
Sekti Indriani / K8417032
Telaah
Kurikulum (Materi 2)
Penyebab Terjadinya Konflik
Penyebab
konflik menurut Wirawan (2009:7) yakni:
a.
Keterbatasan
Sumber
Manusia selalu mengalami keterbatasan sumber-sumber
yang diperlukannya untuk mendukung kehidupannya. Keterbatasan itu menimbulkan
terjadinya kompetisi diantara manusia untuk mendapatkan sumber yang
diperlukannya dan hal ini seringkali menimbulkan konflik.
b.
Perbedaan
Tujuan
Seperti yang dikemukakan oleh Hocker dan Wilmot
(1978). Konflik terjadi karena pihak-pihak yang terlibat konflik mempunyai
tujuan yang berbeda. Konflik juga bisa terjadi karena tujuan pihak yang
terlibat konflik sama,tetapi cara untuk mencapainya berbeda.
c.
Beragam
Karakteristik Sistem Sosial
Di Indonesia, konflik dalam masyarakat sering terjadi
karena anggotanya mempunyai karakteristik yang beragam: suku, agama, dan
ideology.karakteristik ini sering diikuti dengan pola hidup yang eksklusif satu
sama lain yang sering menimbulkan konflik.
d.
Perbedaan
Pribadi Seseorang
Ada orang yang memiliki sifat kepribadian yang mudah
menimbulkan konflik, seperti selalu curiga dan berpikiran negative kepada orang
lain, egois, sombong merasa selalu paling benar,kurang dapat mengendalikan
emosinya, dan ingin menang sendiri.
Sifat-sifat ini mudah untuk menyulut konflik jika berinteraksi dengan orang
lain. contohnya yaitu kehidupan di Lembaga Pemasyarakatan (LP), para narapidana
umumnya adalah orang yang mempunyai sifat pribadi yang bermasalah. Oleh karena
itu, konflik di antara narapidana sering kali terjadi.
e.
Kebutuhan
Orang memiliki kebutuhan yang berbeda satu sama lain
atau mempunyai kebutuhan yang sama mengenai sesuatu yang terbatas
jumlahnya.kebutuhan merupakan factor pendorong terjadinya perilaku manusia.
Jika kebutuhan orang diabaikan atau terhamba, maka bisa memicu terjadinya
konflik.
f.
Perasaan
dan Emosi
Orang juga mempunyai perasaan dan emosi yang berbeda.
Sebagian orang mengikuti perasaan dan emosinya saat berhubungan dengan sesuatu
atau orang lain. Orang yang sangat dipengaruhi oleh perasaan dan emosinya
menjadi tidak rasional saat berinteraksi dengan orang lain. perasaan dan emosi
tersebut bisa menimbulkan konflik dan menentukan perilakunya saat reliba
konflik.
g.
Budaya
konflik dan kekerasan
Semenjak kemerdekaan sampai memasuki ahad ke 21, Bangsa
dan Negara Indonesia mengalami konflik politik, ekonomi dan social secara terus
menerus. Perubahan pola pikir dari pola pikir kebersamaan ke pola pikir
individualistis, primordialisme, memudarnya rasa nasionalisme, kehidupan
politik dan ekonomi liberal, terkikisnya nilai-nilai tradisi, dan politisasi
agama telah berkontribusi mengembangkan budaya konflik di Indonesia.
Sumber referensi: http://www.kmpk.ugm.ac.id/images/Semester_1/Kepemimpinan%20Komunikasi/Sesi_12_MENGELOLA%20KONFLIK.pdf
Komentar
Posting Komentar