MATERI PEMBELAJARAN KELAS X
FITRI
QORI IMAMI
K8417031
Pendidikan
Sosiologi Antropologi
Kelas
B
KOMPETENSI
DASAR 3.2
Mengenali
dan Mengidentifikasi Realitas Individu, Kelompok, dan Hubungan Sosial Di
Masyarakat
Kelas
X
Pertemuan
Ke 1
Materi Pembelajaran
A. Individu Dalam
Hubungan Dengan Orang Lain
1.
Pengertian Manusia sebagai Makhluk
Individu
Menurut Effendi (2010:37) kata individu
berasal dari kata in dan devided. Dalam bahasa Inggris in salah satunya mengandung pengertian
tidak, sedangkan devide artinya
terbagi. Menurut pendapat Dr. A Lysen individu berasal dari bahasa latin individum, yang artinya tak terbagi.
Jadi, manusia lahir merupakan makhluk individual yang tidak terbagi atau tidak
terpisah dan merupakan suatu kesatuan. Individu bukan berarti manusia sebagai
satu kesatuan yang tidak dapat dibagi-bagi melainkan sebagai kesatuan yang
terbatas, yaitu sebagai manusia perorangan sehingga sering digunakan sebagai
sebutan “orang-seorang” atau “manusia perorangan”. Seseorang lahir sebagai
suatu sistem yang terdiri atas subsistem jasmani dan subsistem rohani. Dengan
kemampuan rohaninya individu dapat berhubungan dan berfikir serta dengan
pikirannya itu dapat mengendalikan dan memimpin kesanggupan akal dan
kesanggupan budi untuk mengatasi segala masalah dan kenyataan yang dialaminya.
Menurut Landgren perbedaan individual menyangkut variasi yang terjadi, baik
pada spek fisik dan psikisnya. Manusia
sebagai mahluk individu memiliki unsur jasmani dan rohani, unsur fisik dan
psikis, unsur raga dan jiwa. Seseorang dikatakan sebagai manusia individu
manakala unsur-unsur tersebut menyatu dalam dirinya. Jika unsur tersebut sudah
tidak menyatu lagi maka seseorang tidak disebut sebagai individu.
Dalam perkembangannya, manusia sebagai makhluk
individu tidak hanya bermakna kesatuan jiwa dan raga, tetapi akan menjadi
pribadi yang khas dengan corak kepribadiannya, termasuk kemampuan kecakapannya.
Manusia sebagai makhluk individu adalah manusia sebagai perseorangan yang
memiliki sifat sendiri-sendiri. Setiap manusia memiliki perbedaan. Hal itu
dikarenakan manusia mempunyai karakteristik dan keunikan tersendiri. Oleh
karena itu, manusia sebagai makhluk individu merupakan suatu hal yang unik
karena setiap orang berbeda-beda.
Perbedaan individual terjadi dalam berbagai bidang.
Garry mengkategorikan perbedaan individual ke dalam bidang-bidang berikut :
-
Perbedaan fisik, didasarkan pada
usia, berat badan, jenis kelamin, kemampuan bertinda, dan sebagainya.
-
Perbedaan sosial termasuk status
ekonomi, agama, keluarga, dan suku.
-
Perbedaan kepribadian termasuk
watak, motif, minat, dan sikap.
-
Perbedaan intelegensi dan kemampuan
dasar.
-
Perbedaan kecakapan atau kepandaian
di sekolah.
2.
Ciri Manusia sebagai Makhluk
Individu
-
Manusia ingin mempertahankan hidup
-
Manusia ingin memperoleh keturunan
-
Ingin tahu dan mempunyai pemikiran
tersendiri
-
Memiliki hak-hak yang berbeda
-
Memiliki bakat dan kemampuan yang
berbeda
-
Menjaga dan
mempertahankan harkat dan martabatnya
-
Mengupayakan
tentang terpenuhinya hak-hak dasar sebagai manusia
-
Memenuhi kebutuhan
dan kepentingan diri demi kesejahteraan hidupnya
-
Manusia Memiliki Keinginan Atau
Cita-Cita yang Berbeda Dengan Yang Lain
Contoh
manusia sebagai makhluk individu, yaitu setiap manusia memiliki cita-cita atau
keinginan yang berbeda-beda dengan yang lainnya. Misalnya, manusia menentukan
nantinya ia akan memilih untuk menjadi seorang guru. Dalam hal pemenuhan
kebutuhan, setiap manusia juga memiliki perbedaan, dan setiap manusia pasti
punya tingkat kebutuhan yang berbeda-beda dengan yang lainnya. Ada manusia yang
ingin memenuhi kebutuhan pangannya sehari-hari, ada manusia yang berusaha untuk
memenuhi kebutuhannya dalam pendidikan.
3.
Pengertian Manusia sebagai Makhluk
Sosial
Manusia
sebagai makhluk sosial mempunyai makna bahwa manusia tidak dapat hidup sendiri.
Artinya, manusia di dalam kehidupan bermasyarakat membutuhkan bantuan orang
lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, hal ini disebabkan
karena manusia mempunyai hasrat, keinginan, dan rasa untuk membentuk dirinya
sebagai manusia utuh dan dapat hidup bersama dengan manusia lainnya. Keinginan
untuk berkelompok adalah hakikat manusia sebagai makhluk sosial.
Menurut
Soekanto (1990:75) bahwa di dalam diri manusia pada dasarnya telah terdapat
keinginan yaitu keinginan untuk menjadi satu dengan manusia lainnya dan
keinginan untuk menjadi satu dengan alam sekitarnya. Menurut Aristoteles (384-322
sebelum masehi), seorang ahli fikir yunani menyatakan dalam ajaranya, bahwa
manusia adalah Zoon Politicon,
artinya pada dasarnya manusia adalah makhluk yang ingin bergaul dan berkumpul dalam
masyarakat, karena sifatnya yang selalu ingin bergaul dengan manusia lain, maka
manusia disebut sebagai makhluk sosial.
Manusia
dikatakan sebagai makhluk sosial, karena beberapa alasan, yaitu:
1. Manusia
tunduk pada aturan atau norma sosial.
2. Perilaku
manusia mengharapkan suatu penilaian dari orang lain.
3. Manusia
memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain.
4. Potensi
manusia akan berkembang bila ia hidup di tengah-tengah manusia.
4. Ciri Manusia sebagai Makhluk Sosial
Manusia
sebagai makhluk sosial memiliki naluri untuk saling tolong menolong, setia
kawan, dan toleransi serta simpati dan empati terhadap sesamanya. Keadaan
inilah yang dapat menjadikan suatu masyarakat menjadi baik, harmonis, rukun,
hingga timbullah norma, etika dan kesopan santunan yang dianut oleh masyarakat.
Ciri manusia sebagai makhluk sosial yang lainnya, yaitu :
-
Manusia tidak bisa hidup sendiri
-
Manusia selalu membutuhkan bantuan
orang lain
-
Manusia saling berinteraksi satu
sama lainnya
-
Manusia bertindak dan bersikap
sesuai dengan nilai dan norma dalam masyarakat
-
Manusia bermusyawarah dan gotong
royong dengan masyarakat lain
Contoh
manusia sebagai makhluk sosial, yaitu saat ada tetangga yang sakit maka kita
sebagai tetangga baiknya menjenguk dan menunjukkan empati kita kepadanya,
selain itu, saat di kampung diadakan kerja bakti maka kita sebagai warga
kampung juga harus ikut serta dan membantu dalam kegiatan kerja bakti.
Sumber :
-
Effendi, R. dan Setiadi,
E.M. 2010. Pendidikan Lingkungan, Sosial,
Budaya, dan Teknologi. Bandung: UPI Press.
-
Sumaatmadja, Nursid.
2012. Manusia dalam Konteks Sosial,
Budaya, dan Lingkungan Hidup. Bandung: Alfabeta.
-
Soekanto, Soerjono. 1990.
Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta:
PT Raja Grafindo.
-
Rangga, Aryadanuraja.
(2015, Januari 2). Manusia sebagai
Makhluk Individu dan Makhluk Sosial. Dikutip pada 13 April 2019 dari
https://ranggaadr.wordpress.com/2015/01/02/manusia-sebagai-makhluk-individu-dan-makhluk-sosial/
Komentar
Posting Komentar