MATERI PEMBELAJARAN KELAS X
Nama :
Feni Dwi Erni Chusainiyah
MIM/Kelas : K8417030/B
KD 3.1 1 Memahami Pengetahuan Dasar Sosiologi sebagai Ilmu Pengetahuan yang
Berfungsi Mengkaji Gejala Sosial di Masyarakat
Mata
Pelajaran : Sosiologi
Kelas/Semester : X/1
Materi : Dampak Gejala Sosial
dan Cara Mengatasinya
Alokasi
Waktu : 2 x 45 Menit
MATERI :
A.
Dampak
Gejala Sosial di Masyarakat
Terjadinya perubahan sosial-budaya
dimasyarakat merupakan salah satu akibat dari gejala sosial. Dampak gejala
sosial ada yang bersifat positif dan negatif.
1. Dampak positif
Tedy Heryansyah(2017) dampak positif
gejala sosial adalah sebagai berikut :
a. Potensi
Munculnya Nilai dan Norma Baru
Gejala
sosial bisa menjadi penanda bahwa ada nilai dan norma masyarakat yang sudah
ketinggalan zaman. Sehingga munculnya gejala sosial diharapkan dapat
memunculkan nilai dan norma baru yang sesuai dengan perkembangan zaman.
b. Adanya
Upaya Mewujudkan Kesetaraan Gender
Perkembangan
zaman di masyarakat akan meningkatkan kesadaran bahwa laki-laki dan perempuan
memiliki hak asasi yang sama sebagai manusia. Ini jelas merupakan pertanda yang
baik karena dengan adanya kesetaraan gender, tidak ada lagi ketimpangan atau
judgement dari lingkungan terhadap suatu gender.
c. Adanya
Diferensiasi Struktural
Diferensiasi
struktural ini mengacu kepada berkembangnya lembaga-lembaga sosial baru.
Berbagai macam kebutuhan di masyarakat yang semakin kompleks membutuhkan wadah
dan lembaga baru untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
d. Tingkat
Pendidikan Formal Semakin Tinggi dan Merata
Sadar
akan pendidikan adalah salah satu dampak dari munculnya gejala sosial.
Gejala
sosial yang berhasil diatasi akan membawa pemahaman bahwa “pendidikan itu
penting”. Akibatnya, masyarakat akan lebih aware terhadap pendidikan dan
berusaha untuk mendapatkan akses pendidikan, khususnya pendidikan formal, yang
lebih baik lagi.
e. Meningkatnya
Penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Seiring
dengan meningkatnya kebutuhan akan pendidikan, munculnya berbagai penelitian
ilmiah terkait gejala sosial yang telah terjadi semakin menyadarkan masyarakat
terhadap pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk
meningkatkan taraf hidup.
f. Berkembangnya
Industrialisasi
Ketika masyarakat sudah mendapatkan
pendidikan yang baik, produktivitas masyarakat pun akan meningkat dengan
sendirinya. Hal ini mengakibatkan industri-industri semakin berkembang menjadi
lebih baik.
g. Kesadaran
Politik Semakin Tinggi
Masyarakat yang terdidik umumnya akan
menyadari pentingnya kontribusi setiap individu dalam praktek politik.
Tingginya kesadaran politik ini ditandai dengan meningkatnya partisipasi dalam
politik praktis.
h. Perlindungan
terhadap Kebebasan dalam Kehidupan Beragama
Gejala sosial memberi pelajaran pada
masyarakat akan pentingnya hidup berdampingan dan menghormati keanekaragaman.
Dengan begitu, diharapkan akan munculnya kerukunan antar umat beragama yang
berujung pada terwujudnya kebebasan beragama secara hakiki.
2.
Dampak
negatif
a.
Seseorang
yang tidak dapat menerima perubahan yang terjadi akan mengalami keguncangan
culture shock. Ketidak sanggupan seseorang dalam menghadapi gejala sosial akan
membawa kearah prilaku menyimpang.
b.
Adanya
Disorientasi Nilai dan Norma
c.
Perubahan
Tingkah Laku
d.
Budaya
Konsumtif yang Semakin Besar
e.
Berkembangnya
Sifat Individualisme
f.
Munculnya
Konflik Sosial Vertikal maupun Horizontal
g.
Lembaga-lembaga
Sosial yang ada Tidak Dapat Berfungsi Maksimal
h.
Banyak
Pengangguran
i.
Adanya
Kesenjangan Sosial
j.
Terjadinya
Berbagai Bentuk Kerusakan Lingkungan dan Bencana Alam
k.
Tiap individu yang tidak
dapat mengizinkan transformasi akan menemui fluktuasi budaya. Ketidak kecukupan
individu dalam menentang gejala sosial akan menyebabkan ke arah sikap tersesat.
l.
Adanya disentegrasi sosial dalam masyarakat yang
mengalami difungsi
m.
Munculnya polarisasi sosial diman masing-masing
komponen dalam komonitas saling terpisah satu sama lain.
n.
Munculnya perubahan sosial di masyarakat, baik
menyamngkut sistem,struktur maupun kultur.
o.
Dapat terjadi konflik sosial dilingkungan masyarakat
B.
Cara
Mengatasi Gejala Sosial
Dampak yang ditimbulkan dari gejala sosial dimasyrakat
sangat beragam, mulai dari dampak positif maupun negatif. Adanya dampak negatif
di masyarakat harus menjadi perhatian khusus bagi kita, karena dapat merugikan
orang lain. Untuk itu perlu adanya pengendalian sosial. Pengendalian sosial
merupakan suatu proses yang dilakukan oleh individu maupun kelompok, sehingga
anggotanya dapat bertindak sesuai dengan harapan kelompok atau masyarakat.
Dengan adanya pengendalian sosial, diharapkan masyarakat
dapat memahami mengenai norma. Norma menjadi aturan-aturan yang bertujuan untuk
mendorong individu atau kelompok dalam mencapai nilai-nilai sosial. Pihak-pihak
yang ikut berperan untuk mengatasi gejal sosial yang ada di lingkungan
masyarakat, antara lain :
1. Lingkungan
Sekitar
Bagi lingkungan sekitar diperlukan
adanya lingkungan masyarakat yang baik dan terhindar dari hal-hal yang negative
agar tidak terjadi lagi gejala sosial yang ada di masyarakat. Memberikan
edukasi tentang pentingnya bersosialisasi dan terbuka, memilih dan memilah mana
yang baik untuk kehidupan berasyarakat
a. Program
orang tua asuh
Masyarakat
juga dapat berperan langsung dalam mengatasi kemiskinan. Salah usaha yang dapat
dilakukan adalah dengan menjadi orang tua asuh. Anak-anak putus sekolah dan
tidak mampu akan dapat melanjutkan pendidikan. Mereka dapat bersekolah hingga
jenjang perguruan tinggi. Anak-anak ini nantinya dapat mengubah nasib mereka.
b. Siskamling
Masyarakat
dapat melakukan usaha mandiri dalam menjaga lingkungan. Usaha ini ditempuh
melalui siskamling (Sistem Keamanan Lingkungan). Masyarakat melakukan
siskamling secara bergilir. Setiap warga mendapat tanggung jawab yang sama
dalam menjaga lingkungan. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan keamanan
di wilayah masing-masing.
c.
Meningkatkan persatuan dan kesatuan
Indonesia
yang memiliki keragaman penduduk memang rawan terhadap masalah pertentangan
berbau SARA. Namun, peristiwa-peristiwa tersebut dapat dicegah dengan semangat
persatuan dan kesatuan. Bangsa Indonesia harus berpegang teguh pada semboyan
Bhinneka Tunggal Ika. Bangsa Indonesia harus menyadari bahwa semua suku adalah
saudara.
Meskipun
berbeda adat istiadat, agama, dan warna kulit, kita semua adalah bangsa
Indonesia. Indonesia ada karena ada suku Batak, Gayo, Jawa, Sunda, Dayak, Toraja,
Asmat, dan sebagainya. Semuanya adalah saudara sebangsa dan setanah air. .
2. Keluarga
a. adanya komunikasi yang baik antara anak dan manusia
b. memperhatikan keluarganya terutama anak untuk tidak melakukan
perbuatan yang tidak menyimpang
3. Pendidikan
Harus memeberi pemahaman bahwa
pendidikan itu penting bagi setiap individu. Pemahaman ini dimaksudkan agar
tidak terjadi kesenjangan antara masyarakat satu dengan yang lain dalam
mengenyam pendidikan di Indonesia. Dengan pemahaman tersebut kita akan bisa mengatasinya
4. Ekonomi
a. Diperlukan
adanya pemeataa harga didalam masyarakat.
b. Pemerataan
pembangunan
Pelaksanaan
pembangunan hendaknya sampai ke pelosok daerah. Hal ini berguna untuk
meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pembangunan yang merata dapat memeratakan
tingkat kesejahteraan masyarakat. Masyarakat yang sejahtera berarti masyarakat
yang mampu mencukupi kebutuhan. Mereka dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari,
membiayai pendidikan anak-anak, memperoleh pelayanan kesehatan, dan sebagainya.
5. Kesehatan
a.
Program pengobatan dan sekolah gratis
Untuk
mengatasi ketidakmampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan kesehatan dan
pendidikan, maka pemerintah dapat mengadakan program pelayanan kesehatan dan
pendidikan secara gratis. Dengan program ini, diharapkan setiap anggota
masyarakat dapat terpenuhi kebutuhan akan kesehatan dan pendidikan.
Masyarakat
dapat segera berobat jika sedang sakit, sehingga penyakitnya tidak akan
berkembang menjadi wabah. Masyarakat juga dapat meningkatkan kualitas sumber
daya manusia melalui pendidikan.
Sumber :
a. Heryansyah,
Tedy. 2017. Dampak potif gejala sosial
dalam masyarakat. Jakarta
b. Rusmiyah.
2015. Gejala Sosial (Definisi,Faktor
penyebab, Macam-macam gejsos,Contoh gejsos,Dampak,Cara mengatasi gejsos)
c. Maryati, Kun dan Juju Suryawati. 2014. Sosiologi 1:Kelompok Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial. Jakarta. Esis
Erlangga
d. Soerjono Soekanto. 2003. Sosiologi
Suatu Pengantar. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada
e.
Candra, Lia Rufikasari
dan Slamet Subiyantoro. 2013. Sosiologi;
Peminatan Ilmu-ilmu Sosial; untuk SMA/MA Kelas X. Surakarta: Mediatama
Komentar
Posting Komentar