MATERI PEMBELAJARAN KELAS X
Telaah Kurikulum
Fitri Sekti Indriani (K8417032)
Penghormatan terhadap Keanekaragaman di
Masyarakat
Dalam masyarakat modern, keanekaragaman etnis atau suku
bangsa, ras, dan budaya merupakan keniscayaan. Hal ini disebabkan oleh kemajuan
arus informasi, komunikasi, dan transportasi. Masyarakat modern juga memiliki
ciri ciri sebagai berikut.
§ Terbuka terhadap hal-hal baru.
§ Menerima perubahan secara kritis.
§ Peka terhadap masalah-masalah yang terjadi di
lingkungannya.
§ Berorientasi pada masa kini dan masa yang akan datang.
§ Menggunakan perencanaan dalam segala tindakan.
§ Yakin akan manfaat iptek.
§ Menghormati hak dan kewajiban serta kehormatan pihak lain
(HAM)
§ Tidak tergantung pada nasib (selalu mencari solusi
terhadap masalah yang dihadapi).
§ Senantiasa memiliki informasi yang lengkap mengenai
pendiriannya.
§ Yakin pada potensi/kemampuan yang dimilikinya dan mampu
mengembangkannya.
Sudah dijelaskan di atas bahwa masyarakat Indonesia
terdiri dari berbagai cuku bangsa,ras, kelompok mayoritas, kelompok minoritas,
dan sebagainya. Dan Tenvataan di atas, dapat kita katakan bahwa Indonesia
adalah sebuah masyarakat vang sistem nasionalnya (Bhinneka Tunggal Ika)
mempersatukan beraneka ragam masyarakat dan kebudayaannya sebagai sebuah bangsa
dalam wadah negara.
Kita sering mendengar istilah bahwa dunia kita semakin
tanpa sekat antara masyarakat satu dengan masyarakat yang lain. Kondisi
demikian harus dibarengi oleh sikap penghargaan dan penghormatan terhadap
kelompok masyarakat lain. Sikap menghargai masyarakat yang memiliki perbedaan
sita dan budaya mencerminkan adanya sikap toleransi.
Untuk dapat menghargai atau mengormati keanekaragaman
atau heterogenitas sosial kita harus mempelajari, memahami, dan menerapkan
konsep masyarakat multikultural. Masyarakat multikultural merupakan bentuk dari
masyarakat modern yang anggotanya terdiri atas berbagai golongan, etnis (suku
bangsa), ras, agama, dan budaya. Mereka hidup bersama dalam wilayah lokal
maupun nasional. Bahkan, mereka juga berhubungan dengan masyarakat internasional,
baik secara langsung maupun tidak langsung.
Keanekaragaman dalam masyarakat ini memiliki beberapa
karakteristik. Menurut Pierre L. Van den Berghe, karakteristik keberagaman
tersebut adalah sebagai berikut.
§ Terjadinya segmentasi atau pembagian ke dalam kelompok-kelompok
yang sering kali memiliki subkebudayaan yang berbeda satu sama lain.
§ Memiliki struktur sosial yang terbagi dalam
lembaga-lembaga yang bersifat nonkomplementer (tidak saling melengkapi).
§ Kurang mengembangkan konsensus (kesepakatan) di antara
anggotanya tentang nilai-nilai yang bersifat dasar.
§ Secara relatif, sering terjadi konflik antara kelompok
yang satu dan yang lain.
§ Secara relatif, integrasi sosial tumbuh di atas paksaan
dan saling tergantung dalam bidang ekonomi.
§ Adanya dominasi politik oleh suatu kelompok atas kelompok
lain.
Di dalam masyarakat multikultural, perbedaan kelompok
sosial, kebudayaan, dan suku bangsa dijunjung tinggi. Namun, hal itu tidak
berarti bahwa ada kesenjangan atau perbedaan hak dan kewajiban di antara
kelompok sosial, kebudayaan, dan suku bangsa yang berbeda itu. Masyarakat
multikultural tidak mengenal perbedaan hak dan kewajiban antara kelompok
minoritas dan mayoritas, baik secara hukum maupun sosial.
Dalam masyarakat multikultural, masyarakat dituntut untuk
hidup penuh toleransi saling pengertian antarbudaya dan antarbangsa dalam
membina suatu dunia baru. Dalam multikulturalisme, bangsa-bangsa duduk bersama.
saling menghargai, saling membantu, dan tidak memandang apakah suatu kelompok
masyarakat merupakan kelompok mayoritas atau minoritas sehingga tidak terjadi
dominasi mayoritas dan tirani minoritas. Pemahaman manusia dalam memahami
multikulturalisme akan memberikan peran dan sumbangan yang besar terhadap
pembangunan dunia yang lebih baik. Suatu masyarakat modern tidak hanya
memikirkan generasinya, tetapi juga mampu mewariskan kehidupan yang lebih baik
untuk generasi yang akan datang.
Belajar dari pengalaman yang pernah dihadapi bangsa kita,
usaha untuk membentuk masyarakat multicultural menjadi sangat penting. Masyarakat
multicultural di sini adalah masyarakat Indonesia yang mengakui adanya beragam
keunikan budaya di Indonesia, masyarakat yang mengakui adanya perbedaan, eapi
idak mengekang kelompok lain. perbedaan atau pluralitas dianggap sebagai kekuatan
yang luar biasa untuk membangun peradaban yang lebih baik.
Ada tiga dasar yang dapat dijadikan acuan
untuk pendidikan multicultural, yaitu sebagai berikut:
·
Pengakuan
terhadap identitas budaya lain. terkadang
di dalamnya, suatu pengakuan terhadap kekuatan yang dimiliki, sehingga akan
muncul sikap jujur untuk mengakui keunggulan yang dimiliki budaya tersebut.
·
Adat kebiasaan dan tradisi yang hidup
dalam suatu masyarakat merupakan tali pengikat kesatuan perilaku di dalam
masyarakat
·
Kemajuan-kemajuan
yang diperoleh kelompok-kelompok tertentu
di dalam masyarakat dilihat sebagai sumbangan yang besar bagi kelompok yang
lebih luas seperti Negara.
Dengan dasar seperti itu, akan tercipta suatu masyarakat
yang harmonis dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam hal ini,
sosialisasi masyarakat multicultural begitu strategis dan dibutuhkan dalam
rangka mewujudkan masyarakat Indonesia yang ideal dan lestari.
Sudah selayaknya, kita menerima paham multicultural tidak
hanya sebagai ide atau gagasan semata. Namun, kita aplikasikan dalam kehidupan
bermasyarakat. Lebih penting lagi dengan adanya pemahaman bahwa masyarakat
multicultural merupakan konsep acuan berpikir dan bertindak dalam menapaki
hidup pada masa kini dalam rangka mewujudkan masyarakat global yang penuh
harmoni.
Komentar
Posting Komentar