MATERI PEMBELAJARAN KELAS X


MATERI PEMBELAJARAN
KD 3.2 Mengenali dan Mengidentifikasikan Realitas Individu,
Kelompok, dan Hubungan di Masyarakat
Pertemuan ke-3, Kelas X
Galuh Icha Rizkina / K8417033

A.    Hubungan antar Individu dalam Pembentukan Kelompok
1.      Pengertian Kelompok Sosial
Kelompok Sosial atau social group adalah himpunan atau kesatuan manusia yang terdiri dari dua atau lebih individu yang hidup bersama, saling berhubungan, saling mempengaruhi, dengan suatu kesadaran untuk saling menolong. (Dewi Wulansari, 2009: 43)
Kelompok-kelompok sosial merupakan himpunan manusia yang saling hidup bersama  dan  menjalani  saling  ketergantungan  dengan  sadar  dan  tolong  menolong. (R.M.  Macler & Charles H.  Page: Society, An Introductory Analysis,  Macmillan & Co.Ltd., London, 1961: 213)
Kelompok  sosial  atau  social  group adalah  himpunan  atau  kesatuan  manusia yang hidup bersama, karena adanya hubungan di antara mereka. Hubungan tersebut antara lain menyangkut hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi dan juga suatu kesadaran untuk saling menolong (Soejono Soekanto, 2006:104).
Menurut Paul B. Horton dan Chester L Hunt, Istilah kelompok sosial diartikan sebagai kumpulan manusia yang memiliki kesadaran akan keanggotannya dan saling berinteraksi.
Menurut George Homans, Kelompok Sosial adalah kumpulan individu yang melakukan kegiatan, interaksi, dan memiliki perasaan untuk membentuk suatu keseluruhan yang terorganisasi dan berhubungan timbal balik.

2.      Syarat Terbentuknya Kelompok Sosial
Menurut Soerjono Soekanto (1990: 115), setap himpunan manusia belum tentu dapat disebut sebagai kelompok sosial. Baru dapat disebut kelompok sosial apabila telah memenuhi beberapa persyaratan tertentu, yaitu:
a.        Setiap anggota kelompok tersebut harus sadar bahwa dia merupakan sebagian  dari kelompok yang bersangkutan.
b.      Ada hubungan timbal balik antara anggota yang satu dengan anggota yang lainnya, dalam kelomopok itu.
c.       Ada suatu faktor yang dimiliki bersama oleh anggota-anggota kelompok itu, sehingga hubungan mereka bertambah erat. Faktor tadi dapat merupakan nasib yang sama, kepentingan yang sama, tujuan yang sama, ideologi politik yang sama, dan lain sebagainya. Mempunyai musuh yang sama dapat pula menjadi faktor pengingat/pemersatu.
d.      Berstruktur, berkaidah, dan mempunyai pola perilaku.
e.       Bersistem dan berproses.

Sumber :
1.      Wulansari, Dewi. 2009. Sosiologi Konsep dan Teori. Bandung : PT Refiks Aditama.
2.      Soekanto, Soerjono. 1990. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
3.      Hendry Lukmana, Belva dan Bambang Wiratsasongko. 2017. Hubungan antara Dukungan Kelompok Sosial Dengan Perilaku Pemilih Pada Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Sukoharjo Tahun 2015. Jurnal Sosiologi DILEMA, Vol. 32, No. 1.








Komentar

Postingan populer dari blog ini

MATERI PEMBELAJARAN KELAS XI

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KELAS XI SEMESTER 1