MATERI PEMBELAJARAN KELAS XI
FITRI
QORI IMAMI
K8417031
Pendidikan
Sosiologi Antropologi
Kelas
B
KOMPETENSI
DASAR 3.5
Memiliki
Pengetahuan Mengenai Bagaimana Melakukan Pemecahan Masalah Untuk Mengatasi
Permasalahan Sosial, Konflik, dan Kekerasan Di Masyarakat
Kelas
XI
Pertemuan
Ke-1
Materi Pembelajaran
A. Pengertian
Disintegrasi Sosial
Disintegrasi berasal dari kata dis,
yaitu tidak dan integrasi berarti menyatu. Disintegrasi merupakan sebuah
kondisi atau keadaan yang ditandai dengan hilangnya keharmonisan,
ketidakutuhan, atau perpecahan yang sedang terjadi. Menurut Merrian (1994)
Disintegrasi secara harfiah dipahami sebagai perpecahan suatu bangsa menjadi
bagian-bagian yang saling terpisah. Dalam
ilmu sosiologi, disintegrasi diartikan
sebagai proses terpecahnya suatu kesatuan menjadi bagian-bagian kecil yang
terpisah satu sama lain.
Pengertian disintegrasi sosial
menurut para ahli :
-
Soerjono Soekanto
(2006), Disintegrasi disebut juga disorganisasi, yaitu suatu
proses pudarnya norma-norma dan nilai-nilai dalam masyarakat yang disebabkan
perubahan-perubahan yang terjadi pada lembaga-lembaga kemasyarakatan.
-
Durkheim
Disintegrasi
sosial adalah proses masyarakat kehilangan koherensi dan menurun seiring waktu.
Durkheim mengaitkannya dengan melemahnya kesadaran kolektif yang disebabkan
oleh meningkatnya pembagian kerja.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa disintegrasi
sosial adalah suatu proses terpecahnya suatu kelompok sosial
menjadi beberapa unit sosial yang terpisah-pisah satu sama lain. Disintegrasi
sosial terjadi akibat hilangnya ikatan bersama yang mempersatukan anggota
kelompok satu dengan yang lain.
B. Bentuk
Disintegrasi Sosial
1. Pergolakan Daerah
Pergolakan daerah merupakan suatu gerakan rasial
vertikal dan horizontal yang dilakukan serentak di suatu daerah untuk
melaksanakan kehendak atau cita-citanya. Di Indonesia sendiri telah banyak
terjadi peristiwa pergolakan daerah. Pergolakan tersebut terjadi karena adanya
kesenjangan ekonomi, kebijakan politik, ketidakadilan, masalah etnis, masalah
agama, dan lain-lain. Wujud dari pergolakan ini ditandai
dengan adanya tindakan kekerasan yang terjadi kepada masyarakat. Sifat dari
pergolakan ini mengarah pada tindakan kejahatan manusia yang dilakukan antar
golongan atau kelompok tertentu. Penyebab
adanya pergolakan sosial, yaitu :
-
Perbedaan ideologi
-
Adanya pemegang kekuasaan yang
semena-mena
-
Pertentangan sosial yang
berkepanjangan
-
Adanya faktor kepentingan tertentu
Contoh pergolakan daerah yang terjadi di Indonesia :
-
Pemberontakan
PKI-Madiun
Pemberontakan PKI-Madiun yang dipimpin oleh Moeso, Amir Syarifuddin,
dan beberapa tokoh PKI lainnya ditandai dengan diproklamasikannya Negara Soviet
Republik Indonesia di Madiun pada tanggal 18 September 1948. Pemberontakan
PKI-Madiun lebih didorong oleh keinginan segelintir orang Indonesia yang
berhaluan sosialis-komunis untuk mendirikan negara yang berdasarkan atas
ideologi komunis. Dalam waktu 12 hari, pemberontakan PKI-Madiun berhasil
ditumpas oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI).
-
Gerakan
DI/TII
Pemberontakan DI/TII di Jawa Barat dipimpin oleh Kartosuwiryo. Di Aceh,
DI/TII dipimpin oleh Daud Bereuh dan di Sulawesi Selatan oleh Kahar Muzakar,
yang ingin mendirikan negara Indonesia yang berdasarkan atas ajaran agama
Islam. Pemberontakan ini dipicu oleh kekecewaan terhadap isi perjanjian
Renville yang dipandang sangat merugikan pihak RI. Mereka menolak bergabung
dengan pasukan Siliwangi ketika melakukan hijrah ke Yogyakarta sebagai
konsekuensi hasil perundingan.
-
Peristiwa
PRRI/Permesta
Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) dan Perjuangan Rakyat
Semesta (Permesta) merupakan sebuah gerakan separatis yang diawali dengan
berdirinya dewan-dewan di berbagai daerah, yakni Dewan Gajah, Dewan Banteng,
Dewan Lambung Mangkurat. Keberadaan dewan-dewan tersebut diperkuat dengan
adanya Perjuangan Rakyat Semesta (Permesta) yang dideklarasikan di Makasar pada
tanggal 2 Maret 1957. Perjuangan PERMESTA sama dengan PRRI yaitu menolak
kebijakan pemerintah tentang sentralisasi ekonomi karena tidak berperikeadilan.
-
Republik
Maluku Selatan (RMS)
Republik Maluku Selatan (RMS) merupakan sebuah negara yang
dicita-citakan oleh Dr. Soumokil. RMS merupakan sebuah gerakan separatis yang
ingin memisahkan diri dari wilayah negara kesatuan Republik Indonesia. Gerakan
RMS dapat ditumpas oleh pasukan TNI sekitar bulan Desember 1963.
-
Pemberontakan GAM (Gerakan
Aceh Merdeka)
Gerakan Aceh Merdeka merupakan sebuah organisasi separatis yang
memiliki tujuan supaya daerah Aceh lepas dari Republik Indonesia dan membuat
negara kesatuan sendiri dengan nama Nanggroe Aceh Darussalam. Konflik antara
pemerintah dan GAM yang diakibatkan perbedaan keinginan ini telah berlangsung
sejak tahun 1976. GAM dipimpin oleh Hasan di Tiro.
Selain itu, masih banyak contoh pergolakan daerah yang lainnya yang
pernah terjadi di Indonesia, seperti Pemberontakan Andi Azis, Gerakan Papua
Merdeka.
2. Demonstrasi
Demostrasi adalah suatu gerakan massal yang bersifat
langsung dan terbuka yang dilakukan secara lisan, tulisan, dan tindakan dalam
memperjuangkan tuntutan. Menurut Undang-Undang
Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 1998 Tentang Kemerdekaan Menyatakan Pendapat
Di Muka Umum, Pasal 1 ayat 3 dijelaskan bahwa unjuk rasa atau demonstrasi
merupakan kegiatan yang dilakukan oleh seorang atau lebih untuk mengeluarkan pikiran
dengan lisan, tulisan, dan sebagainya secara demonstratif di muka umum. Demonstrasi
dilaksanakan manakala masyarakat tidak memiliki cara lain untuk mencari solusi
dari permasalahan yang berkembang melainkan melalui demonstrasi.
Tindakan ini dilakukan sebagai bentuk ketidaksetujuaan karena berbagai
kebijakan yang diambil oleh lembaga tertentu. Demontrasi di Indonesia sering
dilakukan mahasiswa, perserikan buruh, dan guru. Dalam tindakan tindakan
demontrasi ini sering berakhir pada kerusuhan, seperti pelemparan batu kepada
petugas kepolisian, melakukan perusakan, bahkan menghilangkan nyawa kelompok
lain. Penyebab adanya demontrasi, antara lain karena
adanya sistem yang menyimpang, sistem yang tidak sesuai
dengan pilihan, dan perubahan sistem konstitusi.
Penyampaian tuntutan dan aspirasi dalam demonstrasi
dilaksanakan dengan menggunakan berbagai cara seperti meneriakkan yel-yel,
membuat poster-poster, pembacaan puisi, menyanyikan lagu-lagu tertentu, membuat
slogan-slogan, membuat pernyataan tertulis, dan lain sebagainya. Namun,
demonstrasi akan berubah menjadi vandalisme, anarkhisme, dan brutalisme mana
kala para demonstran mulai meneriakkan sumpah serapah yang berupa
umpatan-umpatan atau caci maki yang memancing emosi massa, baik masyarakat umum
maupun petugas keamanan.
Demonstrasi memang memiliki dampak
positif, yaitu merupakan suatu bentuk tekanan (pressure) dan sekaligus
merupakan suatu alat pengendali sosial (Sosial control) yang efektif. Namun
demikian, selama masih ada cara lain yang dapat ditempuh, sedapat mungkin aksi
demonstrasi dihindari. Sikap tersebut diperlukan mengingat aksi demonstrasi
yang mengerahkan kekuatan massa sering menciptakan gangguan-gangguan dalam
kehidupan masyarakat, seperti kemacetan lalu lintas, kebisingan, polusi suara,
dan lain sebagainya. Demonstrasi juga dapat menimbulkan keretakan dalam
hubungan-hubungan sosial, terutama antara pihak demonstran dengan pihak yang
didemo sebagai akibat dari sikap pro dan kontra yang berkembang antara kedua
belah pihak.
Contoh aksi-aksi demonstrasi yang pernah terjadi di
Indonesia :
-
Demo
Tritura (1966)
Demo
atau unjuk rasa ini dimotori oleh mahasiswa yang menyerukan tiga tuntutan
kepada Presiden Soekarno. Tiga tuntutan yang waktu itu diserukan adalah
pembubaran PKI beserta ormas-ormasnya, perombakan kabinet Dwikora, dan
menurunkan harga sembako. Demo ini juga tercatat di sejarah sebagai demo besar
yang terjadi di era Presiden Soekarno.
-
Demo 1998
Demonstrasi
yang terjadi di tahun 1998 adalah salah satu demo tersebar sepanjang sejarah
Indonesia. Demo yang diikuti oleh mahasiswa dari berbagai penjuru ini menuntut
Presiden Soeharto untuk turun dari jabatan. Demo besar ini juga memakan banyak
korban dan menjadi ketakutan bagi warga Indonesia. Unjuk rasa yang menyebar
sampai pelosok daerah ini terjadi serentak di Indonesia. Kerusuhan dan unjuk
rasa ini menelan banyak korban jiwa dan kerugian material.
-
Demo Buruh
Hari
Buruh Internasional yang selalu jatuh di tanggal 1 Mei ini identik dengan
demonstrasi. Di Indonesia, demo buruh ini selalu dipenuhi dengan unjuk rasa.
Demo buruh ini dilakukan untuk menuntut kesejahteraan kaum buruh.
3.
Kriminalitas
Kriminalitas merupakan bentuk perilaku kejahatan yang
terjadi dan meresahkan kehidupan masyarakat. Menurut Kartono (1999:122) bahwa tindak
kriminalitas adalah segala sesuatu perbuatan yang melanggar hukum dan melanggar
norma-norma sosial, sehingga masyarakat menentangnya. Dengan
demikian kriminalitas atau kejahatan terjadi sebagai hasil dari interaksi
seseorang atau sekelompok orang dengan seseorang atau sekelompok orang yang
berperilaku menyimpang.
Faktor penyebab terjadinya kriminal sangat kompleks.
Hal ini seperti dikatakan Kartono (2007) bahwa sebab-sebab timbulnya kriminal
dapat dijumpai pada berbagai faktor, yaitu faktor yang berasal dari dalam
individu dan dari luar individu. Faktor-faktor yang berasal dari dalam individu
berkaitan dengan sifat khusus dalam diri individu, daya emosional, rendahnya
mental, umur, sex (jenis kelamin), pendidikan dan sebagainya. Sementara faktor
lingkungan merupakan faktor diluar individu. Lingkungan ini merupakan
lingkungan bio-fisika-psiko-sosial yang memengaruhi individu setiap hari, mulai
dari konsepsi sampai akhir hayatnya.
Kartono (2000) mengelompokkan berbagai jenis perbuatan
yang dapat disebut sebagai tindak kriminal, yaitu:
-
Pembunuhan
-
Pelanggaran seks dan pemerkosaan.
-
Pencurian
-
Pengancaman, intimidasi dan
pemerasan
-
Korupsi, penyogokan, penyuapan
-
Pelanggaran ekonomi
-
Penggunaan senjatan api dan
perdagangan senjata api
-
Perampasan, perampokan, dan
penyerangan
-
Penggelapan, pemalsuan
-
Penculikan,
-
Perdagangan dan
penyalahgunaan narkotik, dll.
4.
Kenakalan Remaja
Kenakalan remaja
adalah suatu perbuatan yang melanggar norma, aturan, atau hukum dalam
masyarakat yang dilakukan pada usia remaja
atau transisi masa anak-anak ke dewasa. Kenakalan
remaja meliputi semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma hukum
pidana yang dilakukan oleh remaja.
Menurut Kartini Kartono (2002:6) kenakalan
remaja (Juvenile delinquency) ialah perilaku jahat (dursila), atau
kejahatan/kenakalan anak-anak muda yang merupakan gejala sakit (patologis)
secara sosial pada anak-anak dan remaja yang disebabkan oleh satu bentuk
pengabaian sosial, sehingga mereka mengembangkan bentuk tingkah laku yang
menyimpang.
Gunarsa
(2004) mengelompokkan faktor–faktor penyebab kenakalan remaja menjadi 2 faktor,
yaitu :
a.
Faktor intern
-
Faktor kepribadian
-
Faktor kondisi fisik
-
Faktor status dan peranannya di
masyarakat
b.
Faktor ekstern
-
Kondisi lingkungan keluarga
-
Kontak sosial dari lembaga
masyarakat yang kurang baik
-
Kondisi geografis
-
Faktor kesenjangan ekonomi dan
disintegrasi politik
-
Faktor perubahan sosial yang begitu
cepat
Contoh perilaku kenakalan remaja yang dijelaskan oleh
Kartono (2002: 21-23) yakni :
-
Kebut-kebutan di jalanan
-
Perilaku ugal-ugalan, berandalan,
urakan
-
Perkelahian antar gang, antar
kelompok, antar sekolah, antar suku (tawuran),
-
Membolos sekolah
-
Berpesta pora, sambil mabuk-mabukan,
melakukan hubungan seks bebas,
-
Kecanduan dan ketagihan bahan
narkotika, dll.
5.
Korupsi, Kolusi, Nepotisme
Menurut UU
No. 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Pemerintahan yang Bersih dan Bebas
dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme
-
Korupsi adalah penyelewengan atau
penggelapan harta milik perusahaan atau milik negara untuk kepentingan pribadi
atau orang lain.
-
Kolusi adalah kerja sama dengan
melawan hukum antarpenyelenggara negara atau antara penyelenggara negara dengan
pihak lain yang merugikan orang lain, masyarakat, dan negara.
-
Nepotisme adalah perbuatan melawan
hukum yang menguntungkan kepentingan keluarganya di atas kepentingan
masyarakat, bangsa, dan negara.
Berikut contoh kasus disintegrasi yang ada di
Indonesia :
- Contoh
kasus disintegrasi yang ada di Indonesia adalah peristiwa Poso. Pertikaian
antara warga muslim dan nasrani ini berlangsung cukup lama, pertikaian
pertama tejadi pada tanggal 25 s/d 29 Desember 1998, kemudian konflik
terjadi lagi pada tanggal 17 s/d 21 April 2000 dan yang terakhir pada
tanggal 16 Mei hingga 15 Juni 2000.
- Kasus
perang antar suku di Keneyam, Nduga, Papua pada tanggal 23 Juni 2017.
Pertikaian ini menyebabkan 1 orang tewas dan 38 lainnya luka-luka. Perang
ini disebabkan oleh pertikaian sebelumnya pada tahun 2016 yang belum
diselesaikan.
- Konflik
antar suku juga terjadi di Sampit pada tahun 2001. Bermula dari
penyerangan terhadap 2 orang warga berasal dari Madura oleh suku Dayak.
Konflik ini menyebar hingga hampir di seluruh propinsi Kalimantan Tengah.
Akibatnya sekitar 500 orang meninggal dunia dengan korban terbanyak dari
suku Madura. Selain itu sekitar 100.000 orang Madura kehilangan rumah dan
harta bendanya sehingga harus kembali ke tanah kelahirannya.
- Pada
tanggal 17 Juli 2015 di Tolikara, Kabupaten Wamena, Papua telah terjadi
tindakan kekerasan kepada umat Islam yang akan melakukan sholat Idul Fitri
yang disertai pembakaran Mesjik Baitul Muttaqin.
- Pada
tahun 2009 tejadi konflik yang mengancam disintegarasi bangsai di Lampung.
Saat itu terjadi pertikaian antara suku asli Lampung dengan suku Bali
pendatang. Akibat pertikaian ini sekitar 12 orang meninggal dunia.
Sumber :
-
Soekanto, Soerjono. 2006. Sosiologi Suatu Pengantar.
Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
-
Kartini,
Kartono. 2009. Patologi Sosial.
Jakarta: Rajawali Pers.
-
Kartini,
Kartono. 2005. Kenakalan Remaja.
Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
-
Bitar. (2019,
Januari 4). Pengertian,
Bentuk, dan Penyebab Disintegrasi Sosial Beserta Contohnya Lengkap. Dikutip pada 30 April 2019 dari https://www.gurupendidikan.co.id/pengertian-bentuk-dan-penyebab-disintegrasi-sosial-beserta-contohnya-lengkap/
Komentar
Posting Komentar