MATERI PEMBELAJARAN KELAS X
MATERI PEMBELAJARAN
KD
3.3 Menerapkan Konsep-Konsep Dasar Sosiologi
Untuk
Memahami Ragam Gejala Sosial di Masyarakat
Pertemuan
Ke-15, Kelas X
Alokasi
Waktu 2x45 Menit
Galuh
Icha Rizkina (K8417033)
1.
Karakteristik Keberagaman dan
Keanekaragaman dalam Masyarakat
Menurut Lukman
Surya Saputra dan Wahyu Nugroho (2013), Keberagaman adalah suatu kondisi dalam
masyarakat yang terdapat banyak perbedaan dalam berbagai bidang. Perbedaan
tersebut terutama dalam hal suku bangsa, ras, agama, keyakinan, ideologi politik,
sosial budaya, ekonomi, dan jenis kelamin. Keanekaragaman yang dimiliki bangsa
Indonesia merupakan kekayaan dan keindahan bangsa. Gambaran keberagaman bangsa
Indonesia dapat kita lihat dari ras, dan suku dengan memperhatikan warna kulit,
bentuk rambut dan lain lain. Gambaran keberagaman bangsa Indonesia dapat kita
lihat dari sosial budaya, sedangkan dari seni sebagai hasil dari kebudayaan
dapat kita lihat dari tarian dan nyanyian. Yang semuanya terbingkai dalam
semangat Bhinneka Tunggal Ika.
Berikut
adalah karakteristik Keberagaman dan Keanekaragaman dalam Masyarakat menurut
Embun Bening Diniari (2018),
a. Terjadinya segmentasi ke dalam bentuk-bentuk
kelompok sosial
Keberagaman yang terdapat dalam masyarakat dapat membuat masyarakat
membentuk kelompok tertentu berdasarkan identitas yang sama sehingga
menghasilkan sub kebudayaan berbeda satu dengan kelompok lain. Misalnya, di
pulau Jawa terdapat suku Jawa, Sunda, dan Madura di mana ketiga suku tersebut
hidup di pulau Jawa dan memiliki kebudayaan yang berbeda.
b. Memiliki pembagian struktur sosial ke dalam
lembaga-lembaga yang bersifat non-komplementer.
Masyarakat yang beragam membuat struktur masyarakat pun mengalami
perbedaan antara masyarakat satu dengan masyarakat lain. Perbedaan struktur
masyarakat itu dapat dilihat melalui lembaga-lembaga sosial yang bersifat
tidak saling melengkapi. Misalnya, pada lembaga agama di Indonesia yang
menaungi beberapa agama memiliki stuktur yang berbeda. Lembaga-lembaga agama
tersebut tidak saling melengkapi karena karakteristik dari keberagaman
masyarakat (agama) pun berbeda.
c. Kurang
mengembangkan konsensus (kesepakatan bersama).
Masyarakat yang beragam memiliki standar nilai dan norma berbeda yang
diwujudkan melalui perilaku masyarakat. Hal itu disebabkan karena karakteristik
masyarakat yang berbeda kemudian disesuaikan dengan kondisi lingkungan fisik
dan sosial. Karena kondisi masyarakat yang beragam tersebut, kesepakatan
bersama cenderung susah untuk dikembangkan.
d. Relatif sering terjadi konflik.
Perbedaan-perbedaan yang ada di masyarakat menjadi salah satu pemicu
terjadinya konflik. Konflik yang terjadi bisa sangat beragam, mulai dari
konflik antar individu sampai konflik antar kelompok. Hal ini bisa disebabkan
oleh minimnya toleransi satu sama lain, baik antar individu maupun antar
kelompok.
e.
Secara relatif, integrasi sosial tumbuh karena
paksaan dan saling ketergantungan di bidang ekonomi.
Jika masyarakat multikultural bisa terkoordinasi dengan baik, maka
integrasi sosial sangat mungkin terjadi. Akan tetapi, integrasi sosial di
masyarakat timbul bukan karena kesadaran, melainkan paksaan dari luar diri atau
luar kelompok. Contoh : aturan tentang
anti-diskriminasi dalam penggunaan fasilitas publik.
Selain itu, masyarakat memiliki ketergantungan dalam bidang ekonomi yang
dapat mendorong terjadinya integrasi karena kebutuhannya. Contohnya adalah
individu yang bekerja pada individu atau perusahaan lain membuat dirinya harus
mematuhi segala aturan yang dibuat. Terjadinya kondisi patuh dan integrasi
timbul karena adanya aturan yang mengikat individu dalam melaksanakan
pekerjaannya dan hal tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan ekonominya.
f.
Adanya
dominasi politik
Kelompok-kelompok tertentu dalam masyarakat multikultural dapat memiliki
kekuatan politik yang mengatur kelompok lain. Hal ini menjadi bentuk penguasaan
(dominasi) dari suatu kelompok kepada kelompok lain yang tidak memiliki
kekuatan politik.
Sumber :
·
Buku Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan,
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Lukman Surya Saputra
dan Wahyu Nugroho, Politeknik Negeri Media Kreatif, Jakarta, 2013
·
Embun Bening Diniari, Ruang Guru: 2018. Diakses
pada 23 Mei 2019.
Komentar
Posting Komentar