MATERI PEMBELAJARAN KELAS XI
KD
3.5 Memiliki Pengetahuan mengenai bagaimana melakukan pemecahan masalah untuk
mengatasi permasalahan sosial, konflik dan kekerasan di masyarakat
Pertemuan
ke-2
Kelas
XI
GALUH
ICHA R
1.
Menurut Idianto Muin (2007), penyebab
disintegrasi sosial antara lain,
a. Tidak
adanya persamaan pandangan (persepsi) antara anggota masyarakat mengenai tujuan
yang semula dijadikan pegangan atau patokan oleh masing-masing anggota
masyarakat.
Misalnya, perbedaan pandangan masyarakat
akan perlu atau tidaknya di bangun jalan tol. Hal ini dapat menimbulkan
perpecahan dalam masyarakat itu sendiri.
b. Norma-norma
masyarakat tidak dapat berfugsi dengan baik sebagai alat pengendalian sosial
untuk mencapai tujuan masyarakat.
Missal para koruptor yang tidak lagi
mematuhi norma-norma yang ada.
c. Terjadi
pertentangan antara norma-norma yang ada dalam masyarakat atau bahkan anomie.
Ketika tidak adanya norma yang dapat
dipegang lagi, masyarakat akan mengalami kekacauan, seperti pada kerusuhan Mei
1998.
d. Sanksi
yang diberikan kepada mereka yang melanggar norma tidak dilaksanakan secara
konsisten.
Contohnya,ara koruptor serigkali lolos
dari hukuman yang seharusnya mereka tanggung, dan hukum cenderng tumpul ke atas
dan tajam ke bawah, hal ii membuat masyarakat enggan menaati peraturan lagi
dikarenakan sanki yang tidak konsisten.
e. Tindakan-tindakan
para warga masyarakat tidak lagi sesuai dengan norma-norma masyarakat
Missal membuang sampah sembarangan,
memotong antrean, merokok di tempat yang tidak seharusnya, dll.
f. Terjadi
proses-proses sosial yang bersifat disosiatif, seperti persaingan,
pertentangan, maupun kontroversi seperti menghasut, memfitnah, mengganggu
proses, melakukan perang urat syaraf, dan
bentuk kontroversi lainnya.
g. Misalnya
kisruh antara tim supporter sepak bola persija dan persib Bandung.
2.
Dampak Disintegrasi Sosial
Menurut
Idianto Muin (2007), Apabila suatu masyarakat berada dalam keadaan
disintegrasi, maka keseimbangan, keserasian, atau harmoni dalam
hubungan-hubungan sosial sebagai keadaan yang diidam-idamkan menjadi terganggu
atau mengalami kegoyahan. Dengan demikian,
individu-individu anggota masyarakat tidak lagi mengalami ketentraman
dan ketertiban, tetapi menghadapi konflik atau pertentangan yang diakibatkan
oleh perbedaan persepsi akan norma-norma sosial yang telah berubah.
Pada
tahap lebih lanjut, pola kehidupan yang tidak menyatu atau disintegrasi akan
menimbulkan gejala-gejala kehidupan sosial yang tidak normal yang disebut
masalah-masalah sosial. Masalah ini berupa perilaku yang menyimpang di
masyarakat dan bersifat destruktif .
Komentar
Posting Komentar